Kamis, 23 Februari 2012

Rahasia SNMPTN

Animasi
SNMPTN gerbang menuju mimpi. Kuliah d universitas favorit sekaligus negeri adalah dambaan semua pelajar Indonesia. Tidak ada yang salah bila para siswa yang lulus SMA punya keinginan untuk kuliah di UI, UGM, UNPAD dan seterusnya. Selama itu tidak sekedar keinginan yang tidak diikuti usaha alias mimpi di siang bolong.

   
Hasil ujian nasional sudah di umumkan. Kegembiraan menghiasi wajah-wajah mereka yang telah berhasil lulus dan sebaliknya, kesedihan menerpa mereka yang gagal. Coret-coretan baju adalah hal yang umum dilakukan oleh para pelajar yang berhasil melewati ujian nasional. Tetapi tidakkah mereka menyadari bahwa sebenarnya ujian nasional hanyalah gerbang awal untuk memasuki jenjang universitas. Bila lulus di UN, maka gerbang yang selanjutnya mereka takhlukkan adalah SNMPTN(Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri).

SNMPTN jelas lebih berat dari pada UN, kenapa?

Bila di UN, para pengawas cenderung kooperatif dengan siswa bahkan terkadang membantu siswa untuk menjawab soal. Hal ini mungkin wajar bagi sebagian orang karena merasa kasihan bila siswa-siswa tersebut banyak yang tidak lulus. Namun tidak demikian di SNMPTN. Soal antara tempat duduk depan-belakang, kiri-kanan sangat berbeda berdasarkan kode. Pengawasnyapun tidak se kooperatif pengawas UN. Karena mereka berfikir bla siswa-siswa tersebut tidak lulus SNMPTN maka mereka bisa mencoba lagi tahun depan atau kalu tidak mau, masuk aja ke universitas swasta!!!

Mungkin bagi siswa yang pernah mengikuti SNMPTN pernah berkata,"orang yang pintar dan dapat ranking di kelas belum tentu lulus SNMPTN, apalagi lagi yang OON, hee"

Mungkin kalimat tersebut bisa menggambarkan betapa kompetitifnya SNMPTN. Selain itu, juga tercatat, jumlah siswa SMA yang mengikuti SNMPTN meningkat dari tahun ke tahun. Artinya, atmosfir SNMPTN akan semakin kompetitif.

Ahli militer punya prinsip,"bila ingin memenangkan sebuah pertempuran, maka sebelum turun ke medan perang, kenalilah terlebih dahulu lawanmu; kelemahan dan kelebihannya. Setelah itu, baru kamu akan mampu menyiapkan dirimu dengan baik dengan berbagai informasi tersebut". Pendeknya kalau mau perang, kemudian kita tidak kenal siapa musuh kita, kekuatan dan kelemahanya. Sama saja dengan bunuh diri.

Lalu, apa hubungannya dengan SNMPTN?

SNMPTN adalah musuh kalian. Soal-soalnya adalah prajuritnya yang harus di habiskan. Grade jurusan yang kalian inginkan adalah indikator kemenangan anda dalam pertempuran tersebut.

Bagaimana caranya?

1. Kenali musuhmu.

Di SNMPTN kalian tahu kalo jawaban salah = -1 dan benar = 4. Sebenarnya kalau kalian jeli, poin untuk jawaban yang salah bukanlah -1 melainkan -5. Koq bisa?
Ayo kita buktikan:
Misalnya soal SNMPTN semuanya 10 buah. Kemudian kita isi semuanya. Nah, saat dikoreksi, salahnya 3. Berarti betul = 7 nomor x 4 = 28 dikurangi salah 3, 28+ (-3) = 25 adalah poin akhir kita.

sekarang bila seandainya kita betul semua dari 10 nomor tersebut maka poin akhirnya 10 x 4 = 40. Coba kita kurangkan dengan nilai yang kita dapat: 40 - 25 = 15, angka ini didapat karena kita salah 3. artinya 15:3 = 5, alias -5. Betulkan!!!

2. Susun strategi

Bila kita sudah tahu gambaran SNMTN seperti diatas maka sekarng saatnya menyusun strategi. Caranya:
misal: kalian mau mengambil jurusan kedokteran UI dengan grade 30%. Kemuadian soal SNMPTN kemampuan dasar ada 150 soal dan kemampuan IPA 150 soal. Maka untuk tahu berapa soal yang harus kalian jawab dengan benar:
30%x (jumlah soal) 300 = 90 soal, bila mau tahu skornya; 90 x 4= 360 soal. 


Maka bila kalian mengatakan saya akan jawab soal yang saya tahu aja. Nah, yang tahu aja itu harus 90 soal. bila kuarng ngak lulus, lebih lebih baik.




Tidak ada komentar: